Wednesday 16 June 2021

Indonesia | English

Nama Habiburokhman mulai dikenal karena sering menangani perkara-perkara bisnis berskala besar seperti kasus kepemilikan silang Temasek di industri telekomunikasi seluler, kasus sengketa kepemilikan saham Televisi Pendidikan Indonesia hingga kasus investasi sawit perusahaan Malaysia di Kalimantan Timur.

Lulusan S1 Hukum Ekonomi Universitas Lampung dan S2 Hukum Bisnis Universitas Indonesia ini juga menjadi konsultan hukum belasan perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia. Ia tak melulu menangani perkara-perkara bisnis, ia juga kerap menangani perkara-perkara lain dengan tingkat kesulitan tinggi.

Ia pernah menjadi kuasa hukum Ahmad Djunaedi (Dirut PT Jamsostek), ECW Neloe (Dirut Bank Mandiri), Omay K Wiraatmaja (Dirut Pupuk Kaltim), Abdillah (Walikota Medan) di Pengadilan tindak Pidana Korupsi.

Di bidang hukum politik, Habiburokhman pernah tercatat sebagai pengacara pasangan Gus Irawan-Soekirman dalam sengketa pemilihan Gubernur Sumut. Habiburokhman adalah Ketua Tim Advokasi Jakarta Baru yang merupakan Tim Advokasi pasangan Jokowi - Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Pada Pilpres 2014, ia menjadi Koordinator Tim Advokasi Prabowo - Hatta.

Habiburokhman juga pernah meminta uji materi Pasal 51 ayat (1) huruf k UU No.8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD (Pemilu Legislatif). Selain itu, Perppu No.1 Tahun 2013 tentang MK juga pernah menjadi objek yang digugat oleh Habiburokhman.